Menjemput Kepingan Supernova Lewat Kegagalan Pre-Order

Guess what, Supernova is back! Warga Supernova mana suaranyaaa?!!

Nggak kerasa yah, udah setahun lebih sejak Supernova tamat. Bagi para penggemar Supernova, khususnya Mak Suri kita, masih ada sisa-sisa gagal move on dari Elektra dkk nggak?

Kira-kira kalau kita baca novelnya lagi nih, semesta Supernova yang sudah kita bangun di pikiran kita, bakal dengan mudah terbentuk kembali. Cuman, serius nih sobat Supernova ada yang ngulang baca lagi dari awal, saking kangennya?

Kalo orang yang kayak saya nih, meski masih terngiang-ngiang akan cerita di novel yang sudah tamat dan nggak bisa move on, tapi tetep ogah baca lagi karena udah nggak surprise, hehe. Atmosfer Supernova di pikiran saya sudah runtuh sejak beberapa bulan yang lalu, sejak beberapa bulan setelah menamatkan Supernova ke-6, Inteligensi Embun Pagi.

TAPI, tiba-tiba Mak Suri datang membawa kabar gembira: Supernova akan kembali! Jadilah, awal bulan April lalu, terbit sebuah buku berjudul Kepingan Supernova dimana para pembaca akan disuguhkan penggalan-penggalan kalimat indah yang menyentuh dan tersirat dan tersurat dari ke-6 serial  Supernova yang telah lalu. Gimana nih, Warga Supernova, seneng banget nggak? Akhirnya, ada lagi yang membangkitkan atmosfer Supernova pada saya.

Kemarin di awal bulan April, saya lihat di Instagtam-nya Dee Lestari alias Mak Suri, bilang bahwa timnya akan mengeluarkan buku ini, buku kutipan-kutipan dari serial Supernova yang sudah lalu. Diumumin juga, kalau beberapa toko buku buka pre-order alias PO untuk buku ini, via online. Salah satu yang saya hubungi yaitu Mizan Store lewat Instagram mereka di @mizanstore. Di situ saya klik webnya dan langsung menuju halaman pemesanan PO untuk Kepingan Supernova ini.

Fyi, saya baca ada pengumuman PO ini tanggal 3 April 2017 hampir tengah malam sekitar jam 23:00. Di pengumuman yang saya baca, PO buka mulai tanggal 4 April sampai 10 April. Dan, buat 300 pemesan pertama bakal dapar ttd Dee Lestari! Wah, gimana saya nggak excited?! Tanpa mikir panjang, saya langsung memutuskan untuk ikut PO. Dengan kondisi saya masih bangun jam 11 malam dalam keadaan ngantuk, saya mikir, gimana kalau saya nunggu aja sampe jam 12 pergantian tanggal 4 April, pas PO dibuka. Tapi saya baru ingat kalau saya nanti mau bangun sahur juga jam setengah 4 pagi. Ah, yaudah, nggak mungkin juga secepat itu kuota ttd 300 buku penuh dalam waktu 3 jam (menjelang saya sahur). Kemudian saya tidur dengan tenang.

Waktu sahur, nggak lupa dong saya klik-klik web Mizan Store untuk PO buku Kepingan Supenova ini. Selesai. Email sudah masuk ke saya. Tinggal pembayarannya aja. Sebenarnya saya bisa aja langsung bayar waktu sahur setelah konfirmasi pemesanan di web karena saya punya m-banking dan nggak perlu ke ATM untuk transfer. Tapi pembayaran cuma bisa via bank Mandiri dan BCA. Karena nggak mau kena charge transfer antar-bank, jadi saya bersabar besok pagi ke kampus, minta tolong teman saya yang punya bank Mandiri untuk transfer bayar PO saya.

Ternyata setelah melewati seharian di kampus, saya dan teman saya yang punya bank Mandiri, belum sempat ke ATM bareng-bareng. Teman saya ini nggak punya m-banking, jadi harus ke ATM dulu untuk transfer. Alhasil rencana saya transfer hari itu gagal. Tersusunlah rencana lain untuk transfer besoknya.

Keesokan harinya, pagi-pagi jam 7, tiba-tiba saya kepikiran, mungkin nggak ya kuota 300 pemesan pertama itu bakal langsung penuh hanya dalam 2 hari? Kan batas PO-nya masih sampai tanggal 10. Atau kalau misal sudah melebihi kuota, bisa-bisa pemesan ke-301 ke atas bakalan nggak dapet ttd Dee Lestari. Saya langsung dilemma. Saya sudah punya firasat buruk kalau kuota PO bakal sudah sampai 300 orang. Bisa-bisa saya nggak dapat ttd. Kalau nggak dapat ttd mah, nggak perlu PO. Mending nunggu aja sampe keluar di toko buku. Tujuan saya PO kan untuk bisa dapat ttd Dee Lestari. Tapi siapa yang tau, apakah pemesan PO sudah sampai 300 orang atau belum. Saya makin dilemma. Jangan-jangan, nama saya belum masuk antrean PO karena belum bayar. Gimana nih?!

Akhirnya saya langsung bayar pagi itu juga, lewat BNI saya, pakai m-banking, mengenyahkan fakta bahwa saya akan kena charge transfer antar-bank. Bodo amat yang penting buruan bayar. Nggak lama setelah itu, saya dapat email kalau transfer saya sudah diterima. Baru konfirmasi pembayaran loh ya, belum proses pemesanan. Saya makin was-was.

Nggak lama setelah saya bayar, langsung ada pengumuman di Instagram Mizan Store kalau kuota 300 itu sudah full booked! Dan saya belum dapat email lagi kalau pesanan saya sudah diproses. Saya makin panik! Langsung ya, saya kirim direct message ke Instagram Mizan Store, saya kirim juga ke Twitter mereka, sampai email mereka saya balas dengan pertanyaan yang sama: kalau saya bayar pagi ini, kira-kira dapat yang ber-ttd nggak ya? 

Setelah saya tinggal kuliah seharian, sorenya, saya dapat email dari Mizan Store menjawab email saya tadi pagi yang penuh dengan kegelisahannya. Jawabnya gini: setelah kami cek invoice Anda tidak termasuk 300 pemesan pertama yang mendapatkan ttd Dee Lestari. Terimakasih.

Sama-sama.

Kemudian saya berusaha menjalani hari-hari saya dengan tenang dan damai.

Penyesalan saya sedikit terobati mendengar kabar bahwa Kepingan Supernova cetakan pertama sudah ludes oleh pembeli yang ikut PO. Jadi harus melakukan cetakan kedua untuk memenuhi rak toko buku. Nggak apa-apa, saya bakal dapat bukunya tepat waktu. Nggak apa-apa, nggak usah nunggu cetakan kedua. Nggak apa-apa. Nggak apa-apa.

Akhirnya sampailah Kepingan Supernova saya, setelah menunggu PO tutup di tanggal 10 April. Jadi ya memang agak lama nunggunya. Dan saya seneng banget!

Bagian belakangnya.

Bagian samping. Memang nggak setebal novel  Supernova biasanya.

Versi kalau sampul luarnya yang hitam itu dilepas.

Daftar isinya, Guys.

Kutipan-kutipannya dikelompokkan sesuai urutan novel. Kayak ada bab-bab nya gitu, judul bab sesuai judul ke-6 serial Supernova. 

Kalau menurut saya, sampul judul babnya agak ramai sih, hehe. Kayak komik-komik gitu. Komik yang pas adegan perang besar trus rusuh semua. Mungkin lebih cute kalau berwarna sih. Tapi nggak apa-apa yang penting dunia Supernova hidup kembali, yeeeeyyyyy!

Sekian pengalaman pre-order saya. Mungkin ada hikmah yang bisa dipetik dari cerita saya. Bahwa, yaudahlah nggak apa-apa kena charge transfer antar-bank yang penting transfer tepat waktu.

Advertisements

2 thoughts on “Menjemput Kepingan Supernova Lewat Kegagalan Pre-Order

  1. Bagusss :”)
    Saya juga suka Supernova, baru baca sampai Petir tapi. Favorit saya yang Kesatria, novel penyelamat hidup itu x”)
    Pingin baca sampai Intelegensi Embun Pagi, dan kalau sudah semoga bisa dapat Kepingan Supernova jugak hehe

    • Kalo favoritku malah si Elektra di buku Petir, kocak bgt! Wkwk
      Monggo2 baca sampe yg IEP, semua tanda tanya kita akan terjawab di situ 👍
      Terimakasih sudah mampir :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s