Mohon Bersabar, Ini 2017

Aku tau bulan januari sudah tiga minggu lebih berjalan. Tapi it’s okay it’s love. Never too late to celebrate. Ea asik.

So, apa kabar jagad maya? Aku sudah hiatus sejak 2016 sampai 2017! Wah, lama ya setahun! Biasanya kepalaku banyak isinya kalau lagi pergantian waktu kayak awal bulan. Apalagi sekarang awal tahun ya. Kepalaku kok tidak berisi.

Ngomong-ngomong, tidak ada yang spesial di tahun baru ini selain kumpul sama keluarga di Lombok dan makan-makan besar dan ini pertama kalinya tahun baruan di Lombok. Yah, itu sih spesial ya.

Kalau buat aku sendiri, aku nggak ngerasa wow sama tahun baru ini. Mungkin karena sudah 19 tahun melewati tahun baru dan ya kurang lebih sama semua. Yampun aku hampir berkepala dua!

Buat kalian yang tahun ini memasuki usia kepala dua, mari kita tos dulu. Tos! Sebenernya antara seneng sama sedih menerima kenyataan bahwa kita sudah bukan anak-anak lagi. Please welcome, early adolesence!

Kok aku sedih ya. Kayak, nggak sampe satu dekade lagi, kalian udah ada yang duduk di pelaminan guys. Ya duduk doang di pelaminan temen sambil foto sama manten.

Kemarin aku ke Lombok akhir tahun. Bukan karena niat mau liburan, tapi karena ada urusan keluarga yang penting. Dan mumpung pada kumpul, yaudah sih tidak ada salahnya mencicipi pantai yang itu-itu lagi. Ya. Itu-itu lagi.

Kemarin lagi-lagi ke pantai Nipah. Kalau mau tau pantai Nipah tuh yang mana, inget nggak iklannya Google yang di Lombok? Yang aktornya bilang “ok, Google,warung ikan bakar dekat sini”. Nah, itu lokasinya di pantai Nipah. Jadi di pantai Nipah emang banyak yang jual ikan bakar dan asli enak semua. Sambil makan ikan bakar sambil main-main di pantai. Udah, aku ke situ doang.

Aduh ada yang lewat!

Sama pas malam tahun baru, aku sama keluarga besar dari Mama makan-makan di rumah nenek. Kumpul berbanyak orang. Kata Mama sih itu acara arisan keluarga. Pokoknya banyak makanannya aja aku semangat. Tau nggak makanan khas Lombok? Ini nih!

Ada plecing. Plecing tuh sambal mentah campuna cabe dan tomat. Apa-apa dibikin plecing. Kangkung plecing, ikan bakar plecing, ayam plecing. Ada juga ayam taliwang! Ayam bakar taliwang! Ugh, itu kesukaan aku banget. Dulu kalau papa atau mama ke Lombok, atau pas mbah pulang dari Lombok, mesti minta titip ayam bakar taliwang hehe ( abis enak banget ( Trus juga sate Rembiga. Wah kudu coba! Rembiga tuh nama daerah di Lombok. Dan satenya bisa kamu temui tentunya di Rembiga. Enak banget! (Apa coba yang nggak enak banget). Bumbunya sudah meresap ke daging dan dagingnya empuk. Jadi makan satenya nggak perlu disiram bumbu lagi. Tinggal dicocolin sambal kalau mau yang pedes-pedes.

Trus tahu lombok! Kalau cobain tahu Lombok ya, itu tuh isinya penuh. Kan kalau tahu digigit trus dalamnya suka ada rongganya kan. Biasnya kan ada bolong-bolong di antara daging tahu yang putih. Tapi kalau tahu Lombok tuh tahunya full. Penuh tanpa rongga.

Okelah kapan-kapan aku harus bikin postingan khusus kuliner Lombok lengkap segambarnya! Rancakbana! (Salah suku).

Baiklah, tahun baru ini sebaiknya digunakan sebagai lahan perbaikan diri. Semoga kita tidak menjadi manusia yang tidak berkemajuan. Bertambahnya umur artinya bertambahnya pula kesempatan untuk berbuat baik, baik kepada manusia maupun kepada Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s