[FILM] Cek Toko Sebelah: Harta yang Paling Berharga Adalah Keluarga

Maafkan aku tak pernah mendengar
Maafkan aku tak pernah melihatmu pergi
Kuingin kau di sini

Lagunya GAC ini disetel pas scene yang menyayat hati banget. Si tokohnya sedang sedih penuh penyesalan, dan si penonton ikut memangis menyesal karena telah menonton film ini.

Nggak lah ya.

Cek Toko Sebelah, salah satu film Indonesia yang saya suka. Waktu itu emang sengaja lagi pengen meet up sama temen SMA. Sebut saja namanya Iil (nama disamarkan). Karena niatnya emang pengen ketemu aja, jadi bingunglah kami menentukan tempat. Akhirnya terpilihlah salah satu mal di Malang yang punya bioskop di dalamnya. Biar nanti kalau “tiba-tiba” kita pengen nonton, tinggal naik ke lantai atas.
Kalau nonton pun, buat saya pribadi, waktu itu nggak ada film yang menarik buat saya. Niatnya mau nonton kalau ada Starwars, tapi ternyata sudah nggak tayang. Yang ada cuma 4 film, saya lupa, pokoknya ada Hangout dan Cek Toko Sebelah. Dua film Indonesia ini sepertinya sedang bersaing di pasar. Dari dua film itu, akhirnya saya dan Iil memilih Cek Toko Sebelah. Kalau alasan saya, sih, saya nggak pengen aja nonton Hangout meski orang-orang bilang filmnya bagus. Tapi saya nggak lagi in mood sama film semacam petualangan kayak gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk nonton Cek Toko Sebelah karena saya penasaran sama si Gisel yang ikut main di film ini. Akhirnya Iil ngajak satu lagi teman kami yang baru sampai di Malang. Sebut saja Shofi (nama di-blur-kan). Jadilah kami nonton bertiga.

Jujur saja, saya selalu ogah sih nonton film Indonesia hehe. Pengalaman saya nonton film Indonesia, pernah waktu itu ada scene yang visual sama audio-nya nggak sinkron. Sebenernya ya nggak apa-apa sih nggak kelihatan banget. Cuma ya, saya jadi otomatis ngebandingin kualitas sini dan kualitas film barat. Jadi saya suka mikir-mikir lagi kalau mau nonton film Indonesia. Bukan jadi the most wanted movie buat saya. Saya nonton film Indonesia pasti satu dua hal alasannya adalah demi menemani teman nonton saya.

Tapi setelah saya selesai nonton Cek Toko Sebelah, wah nggak nyesel sama sekali. Saya suka. Suka banget. Ceritanya menarik. Sedihnya juga dapet. Saya sampai ikut nangis kan jadinya. Huh! Tapi keren! Komedinya juga, aduh saya sampai capek ketawa terus bareng penonton lain. Salut sama Ernest. Dia yang menjadi direktur film ini. Saya juga suka sama pemainnya. Ada si Dodit, ada Dion Wiyoko, ada Gisel, ada Adinia Wirasti yang main jadi Karmen di AADC 2. Ada juga pak Chew Kin Wah. Waktu dia ngomong, saya udah wanti-wanti, nih. Ada yang aneh sama logatnya. Ternyata bener, dia aktor Malaysia. Tapi salut loh, dialog dia ada banyak di dalam film ini. Ceritanya dia jadi Ayah si tokoh utama. Pemain lainnya ada Asri Welas yang berperan sebagai bos perusahaan Erwin, ada juga Kaesang anaknya presoden Jokowi!

Awalnya saya kira, Cek Toko Sebelah ini bercerita tentang toko-toko uasaha dagang yang saling berkompetisi untuk merajai pasar. Tapi ternyata, judulnya nggak begitu merepresentasi isi ceritanya. Tersebutlah sebuah toko kelontong serba-ada yang dijalankan oleh seorang bapak. Nama nama pemiliki toko tersebut adalah Koh Afuk yang diperankan oleh aktor Chew Kin Wah. Koh Afuk ini sudah tua, sementara tokonya harus terus berjalan. Nah, Koh Afuk punya dua anak. Dia adalah Erwin (Ernest Prakasa) dan Johan (Dion Wiyoko). Mereka ini kakak beradik yang punya latar belakang yang sangat berbeda. Johan sebagai anak pertama pastilah secara batin sudah memiliki kesiapan bila diminta untuk melanjutkan toko milik ayahnya. Tapi sang ayah justru meminta si bungsu Erwin untuk melanjutkan tokonya sedangkan Erwin lagi di puncak-puncaknya karir sebagai karyawan perusahaan. Johan pasti lah merasa bahwa ayahnya kurang percaya sama dia. Di sinilah, sibling rivalry dimulai. Asik. Johan sama Erwin mulai bersitegang.

Akhirnya gimana? Kirain bakal berakhir dengan kekecewaan, ternyata enggak. Nangis-nangis dulu kita sama Koh Afuk yang mengenang mendiang istrinya lewat toko mereka. Bagaimanapun, toko mereka harus ada yang melanjutkan.

Btw, ada beberapa jokes yang menurut saya dewasa sih. Ceritanya memang bisa buat semua umur, tapi jokesnya beberapa ada yang gabisa buat anak-anak. Jadi lebih baik jangan ajak adik nonton ya hehe. Trus juga saya suka sama soundtrack-nya, sesuai banget. Penyanyinya ada The Overtunes dan GAC.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s