Kamu Terbuang Karena Kamu Istimewa

Have you ever feel so upset?

Rasanya kayak kamu nggak berhak atas apapun. Kamu sudah bergantung lama- lama tapi ternyata di atas kamu nggak ada apa-apa yang menopang. Kamu jatuh. Setelah bergantung lama di atas, kamu jatuh.

Kamu bakal merutuk, kenapa aku harus bergantung pada sesuatu yang gak ada? Kayak naik jauh ke gedung lantai 200, tapi sampe sana cuma ada tempe sebiji.  Iya kalau berubah jadi jodoh sih gak masalah.

Kecewa itu pasti. Di saat kamu yakin banget kamu berhak jadi empunya, tapi hasil berkata lain. Rasanya kayak mati-matian deketin orang sampe tahap paling akhir, nggak taunya ditinggal nikah.

Ea. Sumpah bukan curhat.

Di sini aju bukan mau berbagi kekecewaan. But how to deal with it. Nggak mungkin kan berlama-lama dalam luka. Bisa tetanus.

Aku belum pernah emang ngerasain gimana disakitin atau dikhianatin gitu yang kayak di film-film ABG sekarang. Tapi ternyata Allah nunjukin pengalaman kayak gitu dengan cara lain. Nunjukin pengalaman sakit hati yang paling dalam. Lebih dalam lebih dalam.

Ceritanya aku pengen banget gabung di sebuah acara di kampus. Semua jenis seleksi aku ikutin gila kurang niat apa. Banyak yang aku korbanin terutama waktu. Pokoknya aku punya banyak goals kalau bisa gabung. Semua aku siapin mateng-mateng bahkan sampe diskusi sama Mama.

Dan yeah betapa rapuhnya aku ditolak ginian aja langsung jatuh terguling-guling. Lebay banget ya tapi secara gitu aku udah dengan penuh harapan dan kesiapan lahir batin, but no, I got dumped.

So deep, so hurt.

Lah aku jadi sedih lagi nih bahas ginian.

Kamu ada di dalam proses untuk mendapatkan sesuatu. Dan jalan kamu mulus-mulus aja sejak awal. Kamu nggak nemuin kesulitan apapun. Dengan senang hati kamu berkorban banyak karena kamu tau hasilnya pasti akan sama besar denga pengorbananmu.

Banyak hal yang bisa bawa kita jatuh di kekecewaan yang begitu dalam. Mungkin kamu ngerasa baik-baik aja pas PDKT, nggak taunya dia sama sekali nggak nerima kamu. Mungkin kamu ngerasa udah baik banget sama dia dan nggak pernah ngelakuin kesalahan, nggak taunya dia punya simpenan. Mungkin kamu uda ngehabisin waktu buat belajar sampe yakin banget dengan kemampuanmu, tapi universitas idaman nggak menerima kamu.

Rasanya bener-bener, ya ampun aku kurang apa sih?!

Padahal yang dia terima malah seseorang yang di matamu nggak lebih baik dari pada kamu. Padahal yang jadi simpenannya adalah orang yang bahkan dia lebih buruk dari pada kamu. Padahal yang diterima di universitas idaman malah orang yang bahkan peringkatnya jauh di bawahmu.

Is it just an unlucky or what?

Yah, kita pernah ngerasain hal yang sama. Terbuang, sementara yang lain terangkat padahal tidak lebih baik juga dari kita.

Sedih. Wajarlah ngerasa sedih.

Nangis adalah hal yang lumrah kalau hati kamu sedang kelu. Hal pertama yang kamu rasain setelah merasa terbuang adalah sedih dan kecewa. Nangis paling enggak bikin kamu lega dikit meski nggak total.

Kalau kamu ngerasa butuh nangis, nangis aja. Cari tempat di mana nggak bakal ada orang yang kenal kamu. Karena nggak akan ada yang notice kamu meski terisak-isak sampe jelek. Kamu butuh berdamai dengan dirimu sendiri. Kamu pun nggak akan mampu bercerita dalam keadaan kacau nangis-nangis gitu. Kamu butuh sendiri. Pergi aja ke tempat umum. Ke halte.

Nggak ada orang yang kenal kamu di sana. Nangis o sak puasmu. Waktu aku ngerasain hal yang nyakitin kayak gitu, aku nangis. Bahkan dalam perjalanan pulang, aku nangis di stasiun. But it’s okay it’s love. Nangisku puas banget nggak ada yang merhatiin. Kalau mau ngikutin saran itu, jangan lupa pake masker biar air matamu nggak mengundang perhatian ehehehe.

Setelah puas bernangis-nangis, sadarlah dulu dengan situasi, barulah kamu mulai bercetita dengan orang lain. Ceritalah sesuai kondisi. Lihat penyebab kesedihanmu, trus cari temen yang pas yang paham sama penyebab kamu sedih. Misalnya kamu bermasalah dengan si dia yang notabene adalah temanmu waktu SMA. Nah, ceritalah dengan sesama teman SMA mu, paling enggak dia langsung ngerti tanpa kamu kasih intro.

Jangan misalnya kamu sedih karena anggota kelompokmu kerjanya nggak baik, trus kamu ceritain ke mbak-mbak yang biasa jual sarapan depan kosan.  Itu sih mending kamu ikut jualan aja jadi adik angkat si mbak.

Ceritalah ke teman yang paham dengan keadaanmu saat itu. Misal kamu masih ada di lingkungan yang baru dengan teman-teman yang baru juga. Lebih baik kamu cerita soal kesedihanmu ke teman lama aja. Teman SMA contohnya. Karena mereka kenal kamu lebih lama. Mereka akan tau tentang masalahmu ini, wajar apa enggak kalau kamu sedih banget, biasanya kalau kamu sedih gini kamu ngapain. Nah, teman lama akan sangat berarti di sini.

Waktu aku kayak gitu kemarin, yang aku hubungin juga teman lama SMA. Dan dia paham kenapa aku gitu doang uda sedih banget. Kalau kamu cerita ke orang yang belum paham kamu, bisa-bisa dia responnya cuek atau malah nganggap kamu lebay.

Nasihat-nasihat teman lama akan sangat berguna buat kamu. Teman baru juga belum paham betul kan tentang kamu, tentang kepribadian kamu (ea kok ada judul matkul). Dengerin nasihat temen lama. Mereka mungkin nggak di sini. Kalian mungkin terpisah jauh. Tapi percayalah, tanpa perlu melihat matamu, mereka bisa merasakan kesedihan lewat ceritamu.

Ea.

Teman lama akan sangat berharga di sini. Untuk itu aku mau berbagi bagaimana saran teman-teman lamaku saat aku tenggelam dalam kecewa.

Yang pertama haruslah sabar. Setelah kamu nangis berlarut-larut, sadarlah. Stasiun Blimbing udah lewat, bentar lagi nyampe Malang. Sadar dan berpikirlah pelan-pelan. Kira-kira kamu punya kesalahan apa (meski bahkan temenmu ikut geregetan karena kamu nggak salah apa-apa!). Kemudian kamu harus “pergi”. Kamu harus “pindah”. Move on. Pelan-pelan lupain hal yang nyakitin itu.

Susah emang, but time heals. Time heals, guys. Aku pernah kayak gini sebelumnya dan tiba-tiba aja lupa karena termakan waktu.

Lah tapi ini kok aku gini lagi kenapa ini 😦

Cari kesibukan lain biar kamu cepet lupa sama tragedi mengecewakan itu. Niscaya keajaiban akan datang.

Kamu terbuang karena kamu nggak seharusnya ada di situ, Ananda. Kamu seharusnya ada di posisi lain yang lebih baik. Anggap aja kamu memang lebih baik terbuang kayak gini. Mungkin kamu bakal nyesel kalau diterima dan berhasil. Berarti kamu sedang dibantu Tuhan untuk mengindari hal buruk bila kamu berhasil di sana. Percayalah semua sudah diatur.

So, jangan sedih berlarut-larut. Kamu dendam, dendam aja. Dendam dengan melakukan hal yang lebih baik. Dendam dengan nunjukin bahwa kamu masih kuat setelah disakiti kayak gini. Karena semua sudah terjadi dan kamu bisa apa?

You got dumped because you have another better thing to do.

Saranghaeyeo!

Tulisan ini bermanfaat? Klik tombol ‘share’ di bawah agar teman-teman kamu tau!

Advertisements

6 thoughts on “Kamu Terbuang Karena Kamu Istimewa

  1. Mungkin tanpa kesakitan itu, kita tidak akan memiliki semangat dan belajar memperbaiki diri untuk mencapai hal yang pantas untuk kita. Dengan itu, kita sadar bahwa kita masih jauh dari sempurna, meskipun menurut kita, diri kita sudah baik. Dan mengingat lagi bahwa one day semua akan indah daripada yang pernah kita bayangkan.

    • Yampuuun seneng banget dikomen anak UI :)) Iya bener banget badrit, dengan cara ngerasain gagal, kita bahakan bisa jadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Btw makasih banyak sudah mau mampir 😁

  2. Hai dea. Sini tak peluk. Emang para penolak adalah orang gila yang harus dingajiin satu-satu biar insyaf tq.

    Gak lah. We’re stronger than we think. Semangat. Exo we are one saranghaja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s