Ingat, Kita Sedang Beribadah

Sore semua. Selamat makan buat yang sedang makan. Selamat browsing buat yang sedang browsing. Selamat keringetan buat yang di Surabaya.

Surabaya

Sura

Baya

Sejak kecil saya nggak pernah ngira kalau bakal balik lagi ke kota tempat saya pertama kali dibesarkan setelah kota Mataram. Ya, orangtua saya memilih untuk menetap sementara di Surabaya setelah saya lahir di Mataram.

Tidak ada yang menduga

Sekarang saya kembali di Surabaya

Nggak apa-apa ya sekarang lagi mood buat nyebut “saya”. Tuntutan umur mahasiswa. Ea gaya banget. Nggak, lagi enak aja ngomong “saya”.

Ini hari kedua saya kuliah setelah kurang lebih 2 minggu masa pengenalan tingkat universitas maupun fakultas. Gimana rasanya? Rasanya kuliah? Sumpah. Kaget. Inilah masa di mana kamu harus rajin-rajin cari sumber informasi selain gurumu. Ini emang belum apa-apa masih hari kedua kuliah. Tapi udah kerasa aja gimana kamu ngambang banget waktu guru menjelaskan. Ngambang I mean yu masih gak ngerti apa-apa meski guru sudah memberi penalaran. Intinya, yu disuruh menyimpulkan sendiri.

Ini masih hari kedua dan semester 1. Entah kakak-kakak senior itu pasti sudah merasakan pahit yang sebenarnya …..

Sejauh ini masih 3 mata kuliah yang saya pelajari: Biopsikologi dan Perilaku; Antropologi; dan Perilaku Individu dan Proses Mental.

Gimana rasanya belajar Psikologi?

Asal kamu tau, materi IPA sangat penting di jurusan ini. Meskipun jalur masuknya lewat Soshum atau materi IPS, ternyata pengantarnya saja bertajuk ke-IPA-an. Terutama, tentang otak, prosesnya, impuls-impuls, bagian-bagian, ah, saya bukan anak IPA.

Bukan juga IPS.

Kalau di beberapa SMA ada jurusan Bahasa yang dikenal langka dan gak semua sekolah menyediakan, di sekolah saya ada yang lebih jarang dan langka: Jurusan Agama. Jurusan saya.

Jurusan Agama biasanya belajar dengan bahasa Arab, kitab-kitab. UN nya saja materinya Tafsir, Hadis, Fiqih. Jurusan di perkuliahan mendatang biasanya guru-guru mengarahkan untuk lanjut di IAIN atau UIN atau jurusan-jurusan kuliah yang berbau agama dan BIASANYA berbahasa Arab.

Saya nggak sanggup kalau disuruh melahap materi bahasa Arab. Sungguh. Dulu di tingkat SMP yang ga ada apa-apanya banget, saya bisa dibilang jago berbahasa Arab. Lain lagi di tingkat SMA jurusan Agama yang rata-rata siswanya keluaran pondok pesantren dan bahasa Arabnya udah sampai di langit ketujuh while I’m trying to climb the well.

Maka dari itu, sejak kelas 2 SMA, saya memutar-mutar otak memilih jurusan perkuliahan yang sekiranya sanggup saya ikuti dan saya minati. Akhirnya orangtua saya menyarankan Psikologi.

Jadilah saya seperti sekarang ini. Mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga (dari jurusan Agama) :’)

Maaf Pak, Bu, bukannya saya bandel, tapi daripada saya kuliah gak sesuai minat, terlebih saya gak ahli banget di bahasa Arab, saya lebih baik ambil jalan aman. Dan asal kalian tau, Psikologi adalah ilmu gabungan antara IPA dan IPS, ilmu-ilmu yang gak banyak saya dapatkan di jenjang SMA :’)

Kemarin waktu matkul pertama, kita dibentuk kelompok dan gak sengaja banget, semua anggota kelompok selain saya adalah lulusan dari jurusan IPA. Waktu itu matku Biopsikologi yang membahas tentang anatomi otak dan sistem-sistem tubuh lainnya yang mempengauhi perilaku. How wonderful!

Percayalah, semua pasti akan terjadi asal ada niat.

Kamu dari jurusan Agama gak masalah. Buktinya kemarin waktu SBMPTN saya diterima di Universitas Brawijaya jurusan Sastra Inggris :’) Setengah sedih karena gak masuk di pilihan pertama dan setengah kaget ternyata saya bisa lolos di SBMPTN materi IPS. Saya dapat materi IPS itu pun awal masuk SMA hanya sebagai pengantar. Selebihnya materi SBMPTN saya pelajari di tempat les selama satu setengah bulan menjelang SBMPTN.

Saya masih gak nyangka sampai sekarang. Teman saya yang sama-sama di jurusan Agama pun ada yang lolos SBMPTN masuk ITB Sekolah Bisnis Manajemen. Teman-teman saya yang lain juga banyak yang lolos SBMPTN dan ngambil jurusan IPS. Gak ada yang gak mungkin.

Tapi kalau kalian emang mau mendalami jurusan Agama yang sudah didapat di SMA, gak masalah banget lah. Belajar agama itu penting lo. Saya kadang heran sendiri kenapa belum bisa se-istiqomah itu. Belajar agama itu sungguh sesuatu yang dianjurkan. Kita hidup yang membimbing ini adalah agama. Kamu nggak paham agama, berarti kamu gak paham bagaimana menyusuri hidup. Eaaa. Agama lah yang meluruskan. Sungguh gak ada yang merugikan menuntut ilmu agama. Kamu gak kerja gak masalah, ilmu mu itu yang nantinya akan berharga, sampai akhir hayat.

Intinya, kita belajar ini untuk ibadah. Saya kuliah ini berusaha ngerasa bahagia gitu. Karena saya pikir, yang saya pelajari adalah ilmu yang saya minati. Dan gak banyak bidang. Psikologi ya cuma Psikologi. Beda kayak pas SMA yang banyak banget mapelnya sedangkan kita harus menguasai semua. Jadi saya berusaha untuk semangat buat kuliah. Selain karena materinya menjuru, kuliah gak lain adalah bagian dari ibadah 🙂

Pertama kali saya datang ke Surabaya dan mengikuti rangkaian ospek, saya baru ngerasain gimana jadi seorang parantauan. Sejak SMP memang saya sudah bersekolah sekaligus asrama. Sudah biasa hidup sendiri. Tapi gak biasa jauh dari rumah :’) SMP saya asrama di Batu, SMA saya asrama dan masih di Malang. Ini kali pertama saya bersekolah jauh meski hanya Malang-Surabaya.

Kalau saya ngerasa kayak sedih gitu, ngerasa jauh dari rumah dan orangtua, saya selalu berusaha berpikir bahwa saya ini sedang beribadah. Beribadah kok ngeluh. Jangan dong. Saya ini sedang menuntut ilmu. Sedang dalam proses menerima ilmu demi ilmu dari Allah lewat pendidikan di kampus. Jangan lupa, Tuhan lah yang Maha Berilmu. Semua ilmu ini sungguh akan kembali pada pemiliknya. Kita menerima sebagian kecil dari ilmu yang Dia miliki. Dan yang kita harapkan adalah Sang Pemilik Ilmu tersebut rela ilmunya kita pelajari. Maka dari itu, “ikhlas” adalah kunci pertamanya.

Buat kalian yang merantau jauh demi meuntut ilmu, jangan khawatir, Seungguhnya berhijrah adalah proses untuk menjadi insan yang lebih baik. Kadang juga saya merasa kelelahan ikut ospek kayak gini, disuruh ini disuruh itu. Tapi saya juga sedang berusaha meyakinkan diri, bahwa dibalik semua ini, Allah sedang mengajarkan sesuatu pada kita. Ilmu ada di mana-mana. Tergantung kita yang siap, sanggup, juga rela untuk memperoleh ilmu tersebut.

Bismillah, saya juga berusaha ikhlas dan rela di Surabaya ini, demi sebagian ilmu Allah yang sedang saya pelajari. Semoga kita bisa ikhlas dan mendapat ridha-Nya ya. Aamiin.

Selamat berkuliah teman-teman. Semoga apapun ilmu yang kita timba ini diridhai Allah dan menuai manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Aamiin.

Ingat, kita sedang beribadah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s