Visit Indonesia: MOUNT BROMO

Halo Indonesia!

Ada yang belum pernah ke Bromo? Cepat! Sebelum Bromo kubeli!

IMG_5376

Bromo adalah salah satu objek wisata di Indonesia. Katanya sih di Pasuruan, tapi aku masuknya dari Malang. Bisa juga dari Probolinggo. Ah, aku gatau banyak soal rute.

Jadi ceritanya, Sabtu kemaren aku pulang ke rumah. Karena ….. karena habis ada preview seminar Bacakilat DAN PAPA NAWARIN KE BROMO.

Ya Allah, fabi ayyi aalaa i robbikumaa tukadzibaan.

No need to think twice. Karena ke Bromo adalah idaman teman-teman luar Malang yang belum kesampean, jadi aku langsung mengiyakan. (6 taun di Malang dan aku belum pernah ke sana, sungguh memalukan)

Perjalanan mulai pukul setengah 6 (Ane gak ikut. Dia masih UKK HAHAHAH)

Pelajaran pertama yang harus diterapkan dalam perjalanan ini: nggak masalah kamu pake baju bagus pun.

Aku belum pernah yang namanya pergi ke gunung macam itu. Jadi yang ada di otakku: pergi naik Jeep, nyiprat-nyiprat lumpur, mendaki gunung lewati lembah, meluncur di perbukitan, menginjak lumpur-lumpur hisap.

Karena pandangan berpakaian tidak berpengalaman seperti itu, aku pun jadi orang paling bambes se-Bromo. Kalah mbek jaran.

Ini nih yang nggak bambes, paling spesial.

IMG_5381

Sebenarnya nggak masalah mau pake bagus. Itu cuma aku nggak berpengalaman berwisata kayak gitu. Nggak ada lumpur. Kalau adapun nggak di jalannya pejalan kaki. Adanya di jalan menuju Bromo-nya aja, kita pasti sedang di atas Jeep. Tempatnya indah. Kalau mau foto-foto, pake aja baju bagus. Tapi kalau kamu pake rok, kamu gabisa naik kuda.

IMG_5423

Jalannya cukup jauh terhitung dari rumahku yang letaknya di daerah Sukun, dekat Kepanjen. Masih terbilang jauh sih buat aku. Aku gak mah suka perjalanan memang hm. Jangan lupa bawa jaket. Dingin. Untuk biaya, aku kurang tau. Yang jelas, tadi kata saudaraku, untuk nyewa Jeep masuk ke wilayah Bromo-nya membutuhkan biaya sebesar Rp600.000. Itu, kalau yang aku lihat tadi, isinya bisa nyampe 6 orang. Jadi, kira-kira satu orang biayanya Rp100.000

Ohya, pas masuk gitu, kayak lewat pos, sepertinya sih untuk karcis, ada bapak-bapak yang nyuruh mobil kami berhenti. Betul. Dimintai uang karcis. Dan harganya …… Rp32.000. Tapi kata Papa pas nge-trail ke Bromo, gak dimintai uang karcis tuh. Mungkin karena naik mobil kali ya.

IMG_5387

Makanya, perginya langsung naik Jeep aja. Aku sekeluarga berempat naik Jeep. Boleh masuk sampai wilayah Bromo-nya. Sepenglihatanku tadi, mobil biasa gak bisa masuk sampai lereng gunung. Sama aja kudu nyewa Jeep. Makanya langsung pake Jeep aja. Kalo gapunya, beli. Beli harganya jutaan. Nyewa harganya ratusan ribu. Hayoo mau pilih yang mana HAHAHAH.

Jalannya naik turun, Sob. Hati-hati. Pake Jeep lebih baik. Tahan banting. Apalagi katanya kemaren habis hujan. Sampai sana, tanahnya masih basah. Kata Papa, tanah basah kayak gitu lebih seru dipake buat nge-trail daripada tanah yang kering. Eh, tapi lebih banyak pasirnya ding. Lagian, kalo kering ring ring, naik Jeep itu debu pasirnya ke mana-mana. Jadi tadi alhamdulillah tanahnya rada padet (masio akeh genangan air)

Sampe sana itu aku bingung yang dituju apa. Habisnya dari awal udah banyak bukit-bukit bagus.

IMG_5393

Ternyata ada, mulai terlihat setelah perjalanan naik turun yang jauh, terlihatlah sebuah gunung berasap di puncaknya.

IMG_5408

Kata Mama, itu Bromo. Di sebelahnya yang kecil, ada gunung Batok Kelapa.

Ke bibir Bromonya kudu naik men. Naik tangga. Tangganya ratusan. Padat. Capeq. Nah, mulailah orang-orang cerdas muncul mengendalikan kesempatan. Dari parkiran Jeep, kamu bisa naik kuda sampai gerbangnya Bromo. Gerbang sebelum naik tangga ke bibir Bromo. Perjalanan dari parkiran ke gerbang Bromo seharga Rp50.000, kalau mau baliknya juga, ya total Rp100.000

Tapi beneran deh, naik kuda aja untuk jalan agak nanjak gitu. Pegal luar biasa. Buanyak kuda di sana. Buanyak pula *** kudanya.

Sampai gerbang, jalan dikit, sampai deh ke ujung tangga paling awal. Naik tangganya tuinggi. Kita menuju ke puncak yang berasap-asap itu loh.

 

IMG_5430

Bentar doang mah di sana. Ohya, BAWA MASKER. Apalagi kalo pas tanahnya kering. Debunya bisa ke mana-mana. Trus juga pas di bibir Bromo itu, takutnya pas bau belerang atau apalah itu, pake masker. Ada memang yang jual. Ah, pasti dimahalin. Mending bawa aja.

Sampe naik-naik tangga itu ya, yang tadi kedinginan bisa adi kesumukan. CAPEK. Tapi gak apa-apa! Mumpung udah di Bromo, kapan lagi bisa kayak gitu?

IMG_5434

Di atas bentar doang. Turun lagi. Kalau aku sekeluarga tadi, jalan balik ke parkiran Jeep nya jalan kaki men! Gak apa-apa. Hemat. Lagian jalan turun lebih baik dari pada jalan naik.

Hm, kalau bisa pake sepatu atau alas kaki yang tertutup. Soalnya …… kalau kamu nginjek “sampah”-nya kuda yang gak kalah menggunung kayak Bromo …. bisa berabe.

Dan, jangan lupa, ambil gambar sebanyak yang kamu mau karena di sana bagus banget. Aku tadi jalan setengah 6 pagi sampai rumah jam 1 siang. Di sana juga banyak lah tentunya tempat-tempat makan gitu. Btw gak dingin-dingin banget kok.

IMG_5428

 

IMG_5440

IMG_5449

 

IMG_5452

IMG_5457

IMG_5458

 

 

Yah, beginilah pengalaman pertamaku pergi ke Bromo. Silakan yang lagi di Malang dan sekitarnya, sempatlah ke Bromo sebelum Bromo kubeli HAHAHAHAHA

Advertisements

2 thoughts on “Visit Indonesia: MOUNT BROMO

    • Enggak dong. Ada yg lebih keren buat kenang2an dari pada sampah wkwk iya dek ane lagi ujian jadi gaikut.
      Thank you bulik tutik ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s