Unas Tuntas Tinggal Ampas

Assalamualaikum, Readers  *krik

Sudah laaaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaa banget aku nggak nulis sesuatu di sini. Berdebu nih. Waktu aku log in, dashboard langsung agak buram. Layar laptop kayak ada debunya. Trus cursor berlumut.

Nggak ya.

Lama banget. Tau lah ya kegiatan anak kelas 3 SMA mah padat-padat gimana gitu. Apalagi yang nge-asrama kayak aku. Susah mau cari waktu nge-blog. Pengen banyak cerita. Tapia pa daya semua kadung basi. Yang fresh-fresh aja ya.

UNAS TUNTAS!

Akhirnya lega banget deh sumpil. Unas selesai. Aku bahagia. Semua buku-buku (keagamaan) langsung kumasukin ke kardus. Siap dilungsurkan ke adik tingkat yang imut-imut.

Meskipun sih ya, over all nggak ada semapel pun yang bisa dapat predikat “gampang”. NGGAK ADA. Aku yo bingung. Nggak susah juga. Tapi nggak bisa semudah itu dibilang gampang. Aku terharu ngerjainnya.

Bahkan Bahasa Inggris pun (yang terpandang lebih baik bagiku dari pada Fiqih) nggak bisa dibilang gampang juga. LISTENINGNYA CACAT. Semua pasti tau itu.

Jadi gini,

Soal UN bahasa Inggris SMA ada listeningnya. Total soal UN Bing 50 soal. 15 soal pertamanya soal listening. Jadi di naskah soal itu Cuma ada 5 pilihan setiap nomor. Nanti ada bule ngomong gitu di speakernya. Empat nomor pertama adalah dialog. Nanti setiap habis ngomong, speakernya bakal nanya, tema dalam dialog tersebut apa, trus kita disuruh milih jawaban di naskah soal.

Dari 15 nomor itu macam-macam soalnya. Nah, yang diomongin speaker itu NGGAK SESUAI SAMA JAWABAN YANG DI NASKAH. Aku wes nderedeg, tak kira Cuma aku yang kayak gitu. Ternyata …. 7 milyar manusia di bumi juga merasakannya.

Kayaknya itu Cuma trobel di Jatim ajadeh.

Jadilah, 15 nomer listening itu gagal (bonus, Ya Allah, bonus). Tapi yang lainnya tetap sama susahnya.

Another (Cinderella) story ….

Harusnya minggu ini, habis UN tepat, aku sama temen-temen sekelas mau liburan. Melancung sana-sini. Sampe Banyuwangi kalo bisa. Eh, gajadi L Problem jadwal lah biasa, bentrok antara sekolah dan asrama, kemudian perubahan jadwal, kemudian berubah lagi, kemudian menyesal. Nggak jadilah kita melancong hilir mudik.

Nggak apa-apa lah. Di rumah aku juga bahagia. Jarang pulang. Istirahat. Pelepas penat ………………………………. dengan internetan 😀  Lagipula di rumah bisa main treatmill. Itung-itung perbaikan sebelum wisuda. Bisa ngajak Mama renang. Kangen banget renang. Bisa apa lagi ya? Bisa nonton tivi.

Envy nya tapi pas liat teman-teman pergi berlibur keluar. Anak-anak yang nggak asrama juga banyak. Mungkin mereka nggak keberatan untuk ninggalin rumah. Habisnya hidupnya sehari-hari di rumah terus. Ada yang pergi melancarkan double dates, tripel dates, quartel dates, much dates, I hate that date considering my date couple is none ((ini bahasa Urdu jangan diterjemahkan))

Yah, pergilah, teman-teman, selamat liburan. Aku dari rumah cukup ngelihatin foto-foto bahagia itu. Aku sudah bahagia :’)

Tinggal nyiapin buat SBMPTN. Setelah susah payah bingung tunggang langgang nyari les-lesan karena aku memang telat banget sadar bahwa aku butuh banget les-lesan, akhrnya GO datang bagai Malaikat Subuh. Tau-tau ngasih kabar bahwa kelas siang ternyata kosong 5 bangku. Dengan buasnya aku langsung daftar dan mindahin nama teman-teman yang udah terlanjur daftar pagi.

Udah deh ah, mau nge treatmill

Wasaalamu’aiakum

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s