Selamat Tinggal, Empat Belas

#PrayForAirAsia
#PrayForIndonesia

Di penghujung tahun yang indah ini, ternyata Indonesia masih punya ujian susulan kayaknya. Ya. Kita lagi diuji.

PTI12_28_2014_000137A_Kand

Banyak sekali hal-hal yang terjadi ya di tahun 2014 ini. Mulai awal tahun sampai mau masuk awal tahun lagi. Banyak juga saudara teman, temannya teman, keluarga teman, atau temannya saudara yang terlibat dalam kecelakaan itu. Semuanya seakan mendekat dengan cepat. Meringkas lingkungan hidup menjadi padu. Padat. Semua erat. Semua terikat.

Memang sedih banget menatap kenyataan yang nggak kalah perih sama luka bekas bisul. Tau-tau pesawatnya hilang gitu. Ngikutin kabar ternyata kenyataannya semakin perih: pesawatnya masuk air. Mana sudah mulai ketemu jasad kan ya. Semakin terang saja. Merinding jadinya. Ngeri.

Kasiahan.

Kasihan itu untuk siapa yang ditinggal. Mungkin mereka yang pergi malah lebih tenang. Mereka nggak ngerasain kesediahan orang yang ditinggal. Mungkin ada yang bahagia melepas huru-hara dunia. Mungkin.

Mereka nggak tau kalo orang seluruh dunia menghawatirkan keberadaan mereka. Mereka nggak tau kalo seantero Indonesia turut berduka atas apa yang menimpa mereka. Koper siapa itu yang masuk tivi, jasad siapa itu yang direkam, mereka nggak tahu. Mereka nggak tahu apa yang sedang kita ributkan di sini.

Kalo bayangin kronologi kejadiannya, ngeri sendiri deh. Bayangin aja pas di dalem pesawat itu tiba-tiba pesawat nggak stabil, nggak tau ada ledakan atau enggak. Trus pesawat meluncur gitu aja ke dalam laut. Kira-kira apa yang para penumpang lakukan sebelum itu? Padahal mereka sebagian besar pasti berniat pergi berlibur. Menyambut tahun baru.

Semoga ada gitu ya yang terdampar disuatu pulau. Habisnya sih dari pesawat ketinggian sekian dan menukik, pasti prosesnya cepat sekali. Belum sempat keluar pesawat sudah masuk laut. Terjebak di dalam pesawat, di dalam laut. Kemudian satu persatu barang terapung ke permukaan.

Alhamdulillah dasarnya nggak jauh.

Ngeri Ya Allah, naudzubillah …..

Sedih memang. Sedih bagi orang yang ditinggal. Ada juga yang seharusnya ikut terbang tapi nggak jadi. Mungkin mereka masih bisa bersyukur, bukan saat itu waktunya. Mungkin juga bukan saat itu ajal kita atau mereka para calon penumpang.

Penyesalan itu pasti ada.

Semua tau, Allah Maha Pengatur. Dialah Sang Perencana. Takdir kita, ajal, kelahiran, kematian, semua sudah tertulis sejak sebelum kita dilahirkan. Hanya saja kita memang nggak tau. Si A meninggal kemarin, sudah jadi takdirnya. Si B hartanya kerampokan, sudah jadi takdirnya.

Nggak mudah memang menegarkan hati saat terjerembap duka. Tapi sekali lagi, semua yang terjadi di muka bumi ini sebenarnya sudah tertulis sejak dahulu. Mungkin bakal beda jadinya kalau masing-masing dari kita sudah tau kapan ajal akan datang. Orang-orang mungkin sudah ada persiapan dan sedihnya juga nggak bakal parah. Ya kan? Cuman kita memang haknya nggak tau tentang garis tertulis itu.

Allah sudah menentukan segalanya. Semua rencana-rencanaNya tersusun indah tanpa kita ketahui. Bisa saja kalau misalnya si A seharusnya nggak begitu biar nggak terjadi kecelakaan, tapi kalau memang takdir berkata begitu, bagaimana pun caranya peristiwa itu akan terjadi.

Wallahu a’lam

Sama kayak waktu aku sekeluarga rencana umrah, sudah sampai Jakarta, nggak taunya keberangkatan diundur. Papa bilang, takdir itu harus diimani.

Rukun iman ke-enam: Iman kepada takdir Allah.

Mari kita mengaku sebagai orang yang beriman, dengan mengimani takdir Allah. Mengikhlaskan apa yang telah teradi. Menyadari bahwa semua ini memang akan kembali kepada Allah. Semua ini ketentuan Allah. Ketetapan. Yang terjadi memang harus terjadi. Yakinlah, Allah Maha Indah. Allah punya rencana yang lebih indah dari rencana yang kita buat. Semua yang terjadi pasti memiliki hikmah. Ada buah yang lezat di balik kulit durian J

Aku kok adi melankolis…

Mari kita bersiap menghadapi hari esok!

Hari ini 31 Desember 2014, penghujung hari, penghujung tahun. Masa berjalan semakin cepat saja. Kayaknya baru kemarin deh lulus SD, udah mau kuliah aja.

K u l i a h ……..

Semoga tahun 2015 kemudian bias menjadi lebih baik. Sebenarnya siapa sih 2015 itu, heboh banget disambut sedunia -_-

Buat yang jomblo, mari countdown pribadi dengan timer handphone
999, 998, 997, 996 …….

Sampai jumpa selamat tinggal, Empat Belas 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s