Supernova, Untuk Yang Ingin Jatuh Cinta

Aye aye!

Sudah lama sekali nggak buka blog. Begitu buka ngoceh dewe gaonok seng ndelok *djomblo luar dalam*

supernova2

Tadaa!
Serial Supernova oleh Tante Dewi Lestari 🙂

Kronologinya begini:

Pertama, adikku kasih tau kalo mau ada film baru judulnya Supernova. Trus dia beli novelnya. Yang aku tau, itu novel udah lama banget dan uniknya, sampulnya menyimpan penuh misteri. Hitam-hitam dengan simbol entah apa. Dan, aku nggak tertarik.

Kedua. Nggak taunya, adikku ini salah beli. Kan ya saking misteriusnya bahkan adikku salah beli urutan novelnya! Dia beli Supernova ke-3: Petir. Nggak nyambung kan ya. Akhirnya dia beli lagi yang benar. Supernova ke-1: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh.

Ketiga. Oh, itu dia! Dewi Lestari yang nulis Perahu Kertas itu bukan? Jadi novel hitam-hitam itu karyanya? Ya, ya, ya. Pasti bagus. Karena aku tau karyanya Tante Dee selalu menarik perhatian.

Keempat. Alhasil, si adikku ini baca yang pertama, aku baca yang Petir yang terlanjur dibeli.

Kelima. Nyambung? Lumayan.
Untungnya nggak ada link penting yang berarti dan berpengaruh besar terhadap perkembangan baca-membaca dan proses menghayatan novel yang aku baca. Nggak ada.

Keenam. AKU JATUH CINTA.
Novel Supernova yang aku baca pertama kali adalah Petir dan itu novel sungguh kocak sekali. Pembawaannya yang menggelikan dan sedikit-sedikit aku ketawa. Di situ ada Elektra yang rada oon, bloon, dungu, kuper, kuker, tapi keren luar dalam. ELEKTRA KEREN ELEKTRA KEREN ELEKTRA KEREN.

Ketujuh. Berakhirlah aku pada arus membaca serial Supernova secara beruntun.

Sekian.

Novelnya sudah lama ya? Iya. Aku telat banget bacanya. Udah edisi sampul keberapa coba? Aku kelas 3 SMA ini baru baca. Aku ditengah sibuk ngurusin UN ini baru baca. Tapi aku bersyukur udah baca. Keren. Keren luar dalam.

Jadi, novel itu bahasanya ilmiah banget. Secara, aku yang bukan ahli sastra ((yoiyo sek sekolah)) dibuat susah. Aku juga bukan yang suka mentelengi begituan. Bukan yang suka nongkrong di komunitas sastra. Karena memang, bahasanya itu sastra banget. Udah bukan sastra lagi malah. Sains.

Turbulensi, serotonin, paradoks, order dan chaos.

Itu kata-kata umum di Supernova ke-1: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh. Wkwkwk, masih novel pertama, belum sampai yang ke dua dan seterusnya.

Urutannya begini: Supernova (1) Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, (2) Akar, (3) Petir, (4) Partikel, (5) Gelombang.

Yang bahasanya paling ringan? Aku suka banget sama Petir (Supernova ke-3). Kocak banget dan mudah dipahami. Sosial anak-anak seumuran. Dan bahasa-bahasa ilmiah langka di novel yang ini.

Baca sajalah. Kemudian kamu jatuh cinta. Kemudian kamu …………… kecanduan.

Jadilah aku pembaca langganan Supernova mulai awal sampai yang terakhir, yang ke-4: Partikel.

Wah, di Partikel ini kentara banget Ilmu Alam nya. Dibawa ke tempat penangkaran hewan, tempat pelestarian tanaman, penelitian mengenai tanaman A, B, C dan seterusnya.

Apapun itu aku tetap suka.

Waktu sudah keluar filmnya, ada saja bagian yang bikin aku “oalah gitu toh” haha. Memang, se-belia ini nggak cukup mampu nyerap kiasan-kiasan indah Tante Dee di novelnya. Whatever, I love it.

Tante Dee bisa banget bawa pembaca ngikut ke dalam novelnya. Bahasanya meskipun susah tapi indah. Meskipun berat tapi berserat. Sumpah aku suka banget. Sejak baca serial Supernova, aku jadi kepo sama karya-karya Tante Dee. Akhirnya ku baca deh Filosofi Kopi 🙂

OHYA,
Di tengah-tengah lagi jatuh cinta sama Supernova, nggak taunya, buku ke-lima nya terbit di masa yang sama. Di mana aku masih hangatnya sama bacaan itu. Supernova ke-5: Gelombang.

Di buku ke-5, mulailah timbul penasaran yang luaaaarrr biasa. Gilak aku penasaran banget. Nggak mulai yang ke-5, sih. Sejak awal memang sudah mengundang rasa penasaran sehingga baca terus, baca terus, dan baca terus. Tapi di Gelombang ini ………………………….. nggak tau harus bilang apa.

Tante Dee udah hampir sampai di penghujung ceritanya. Semua mulai terkuak. Misteri-misteri yang datang bergantian sejak novel pertama. Kadang aku nggak ngerti  maksudnya. Inti. Bukan artian kalimat. Tapi maknanya Tante Dee bikin cerita itu. Makna tersirat. Kenapa harus ini kenapa harus itu. Si penulis pasti berwawasan luas sekali.

Bahkan aku sampai pernah mikir dua kali tentang pernyataan yang disuguhkan, haha. Di titik ilmiah itu, aku memang gak begitu ngerti. Tapi aku suka. Nggak tau. Aku suka novel itu. Cara penyampaiannya, bahasanya, alurnya.

Tante Dewi Lestari keren banget.

Supernova itu ……… aakhhh cerita tentang apa ya sebenarnya. Novel terakhirnya belum muncul: Intelegensi Embun Pagi. Kira-kira seperti apa ya kelanjutannya. Nggak sabar banget nunggu novelnya keluar. Kira-kira berapa lama lagi yaaaa 😦
Padahal aku tau nulis novel butuh waktu yang lama. Sedangkan yang ke-5 aja barusan keluar. Trus kapan yang ke-enaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaam 😥

Oke, sabar sajalah. Pasti keluar *yaiyalah*

Ohya, aku baca di situs mana gitu, Herjunot Ali bilang kalo novel Supernova itu novel favoritnya waktu masa SMA. Nggak taunya dia yang berperan jadi salah satu tokoh di novelnya. Seru ya?

Trus ntar aku peran jadi Zarah 10 tahun lagi waktu di filmkan. ((“Iya, dulu itu novel kesukaan aku banget waktu SMA”, ungkap Adelia saat ditemui pers tadi malam.))

Pengen banget bisa jadi kayak Tante Dee. Yang punya novel fenomenal macem itu. Sampe di filmin pula.

Buat kalian yang ingin jatuh cinta, baca saja Supernova sampai habissszzzz. Dan, asal kalian tau, baca novel sebelum film nya itu seru banget loh. Baca saja terus Supernova sampai akhir, siapa tau di film kan semua wkwk. Aamiin. Penasaran siapa yang bakal jadi Alfa haha.

Sukses terus ya Tante Dee. Semoga cepat selesai Intelegensi Embun Pagi-nya 1188060812993

Supernova, Untuk Yang Ingin Kecanduan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s