INSPIRATOR

7:44
Bismillah,

Pernah liat gak anak perempuam gitu kerudungan panjang pakai kaos kaki syar’i banget?
SMP ku dulu Al-Izzah juga gitu. Rata-rata boarding school ya kayak gitu pakaiannya.
Pernah mikir gak gimana cara mereka beradaptasi di tengah lingkungan yang sama sekali nggak mendukung kesyar’i-an pakaian mereka?
SMA ku sekarang nggak lain dan nggak bukan ya macem itu.

Sempet kepikir juga. Wong aku yang dulu di Al-Izzah pake pakaian yang sempurna nutup aurat kayak gitu aja masih susah-payah tunggang-langgang hancur-lebur hafalannya. Apalagi aku yang sekarang ada di lingkungan yang gak kayak gitu dan masih di tuntut hafalannya.

Sempet kepikir juga. Kenapa aku nggak bisa survive?
Aku berdosa gak ya?

Awal-awal SMA sih masih bertahan. Tapi lama-lama, semuanya sudah tidak bisa diperjuangkan lagi. Poae -_- Padahal banyak juga di MAN 3 yang SMP nya sejenis sama Al-Izzah. Kenapa aku gak katutan?

Ternyata,
setelah aku liatin anak-anak yang SMP nya masih sama kayak aku, yang boarding gitu juga, ada satu yang paling kece diantara yang terkece. Yang masih bisa bertahan diantara yang bertahan.

Dia masih bisa mempertahankan kaos kakinya kapanpun dimanapun. Dia masih bisa mempertahankan kerudung Rabbani panjangnya meskipun sesekali pakai paris sih hehe. Lebih kerennya lagi, dia ada di lingkungan yang kemungkinan besar mengubah pola pikirnya.
Dia inspiratorku, aku harus survive, aku nggak boleh kalah!

Meishita Wulansari, sampai sekarang yang aku tau dia anak OSIS. Di komunitas itu, pasti dia ketemu banyak orang yang beda-beda. Terutama cara berpakaiannya. Nggak cuma temen sekolah, anak OSIS kan pasti ketemu temen-temen baru dari sekolah lain juga kan.

Aku kalo ada diposisinya yang sibuk di organisasi kayak gitu, kayaknya nggak ada yang bisa jamin deh itu kaos kaki masih nempel ato udah di loak-in semua.
KAOS KAKI. sumpah itu susah banget dipertahankan!
Aku udah lama nggak pake. Trus pas liat Shita, yang temennya banyak dan bermacem-macem, yang kemungkinan besar juga bakal ngikutin mode pakaian mereka, yang pergaulannya udah bukan cuma dilungkup perempuan aja, yang banyak dikenal orang, dia masih bisa pakai kaos kaki. How amazing, tepuk tangan!

Liat lagi ke aku sendiri, yang gak kayak Shita, yang kemungkinan lepas syar’i-nya juga gak sebesar Shita, yang sama sekali lebih mudah mempertahankan syar’i dari pada Shita… masak pasang kaos kaki aja nggak bisa?

Syukron Shita, kamu keren banget! Aku nggak boleh kalah. Oh ya, dia alumni SMP Ar-Rohmah Putri dulu. Sejenis kan sama Al-Izzah. Jadi aku juga harus sejenis sama Shita wkwkwk.

Mission: cari foto Shita yang paling nggilani

Shitaaa, makasih banyak, kamu buat aku mikir 2 kali lagi kalo mau copot kaos kaki. Semoga kamu tetep jadi inspirator yang baik buat aku wkwkwkwkwkw. Jok mumbul kon tak gaweno ngenean. Ini salah satu aksi rasa terimakasihku buat kamyuuuuuuh :* Semoga awet sampek kapanpun yaaaaaaaaaaaaaaa :3

Much Love,
deak ndek Omah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s