Dentist dan Baker’s King

21.31
Bismillah,

Baruuuu aja pulang dari MOG. Sebelumnya aku ke dokter gigi ngelamar kerja mek kontrol. Ternyata ada yang harus ditambal. Okelah, nih masih ngganjel sampek sekarang. Gak cuma satu ato dua. Bisa tiga bahkan empat gigi yang hampir bolong. Tapi kali ini cuma 2 gigi yang ditambal.

Dokternya dokter gigi anak boook. Iya emang sih aku masih berstatus anak. Masio aku nduwe anak yo aku tetep berstatus anak -_- Di Rumah Sakit Hermina, samping MOG mameeeen. Nyampek ruang tunggunya ya, wuih, arek cilik kabeh isine. Aku berasa yang paling senior dehya. Sumpil, mana mereka saling teriak-teriak pula. Iyo iyo deeeek ngerti aku lek nduwe konco anyar akeh. Ada anak pake stoking merah mainan sama anak kecil kudungan panjang. Ada anak kecil 17 bulan udah bisa lari-lari. Ada anak yang udah 4 taun lebih kayaknya, dandanannya kayak orang gede. Ada malah ibu tiga anak, mereka bertiga pake baju merah-kuning-ijo. Duhdehbuk -_-

Udah gitu ya di rumah sakit itu, sol sendal ku coplok. Bener-bener bencana! Iku sandal karet yang solnya tebel itu loo. Lah ini sol belakang copot, trus aku harus jalan nungging ke depan gitu? Soalnya yang depan masih tinggi. Baiklah, setelah itu semua berjalan dengan sandal kiri yang junjing. Mana habis itu ke MOG pula.

Kembali ke waktu normal. Saat ini X-Factor on air daaaaaan MAGMA on air juga di stadion. Opening DBL hari ini dan kenapa aku nggak bisa gabung? Karenaaaa, karena aku sudah ditakdirkan akan bertemu anak-anak manis di tempat tunggu dokter gigi. Kasihannya.

Info aja. Itu finalis x-factor tinggal dua gelintir. Aku padamu Fatin {}

Kembali ……….
Sholat maghrib di rumah sakit itu juga. Soalnya berangkat mepet maghrib. Okelah sholat di sana. Selesai sholat, pas giliran aku dan Naufal yang periksa. VOILA, dua buah tambalan ngganjel di gigiku sekarang.

Habis dari Hermina, nyebrang dikit, itikitikitik, nyampek ke MOG. Ngapain? Nyari frame baru. Frame ku patah yang dulu, hiks hiks sekali T_T Dia full-frame pertamaku dan dia harus patah di saat kayak gini. Alternatif, aku pake kacamata yang luawas. Karena udah membosok, jadi aku mending ganti ae. Mumpung dapet keringanan setaun sekali bisa ganti. Alhamdulillah Ya Allah :”) Meringankan beban orangtua 😀

Kakiku puegel pas itu. Sebelum ke Optik, adekku nyangkut dulu di tempet jual kaset. Muesti wes dasar arek cilik. Film tok hiburane. Yaaa itu urutan kesekian setelah PS buat anak cowok. Naufal milih 2 kaset. Dan itu, tidak menarik perhatianku. Entah kenapa aku nggak bisa langsung tertarik sama cover VCD film. Tertarik langsung sama cover yang dipajang di bioskop. Oke itu beda lagi ceritanya.

Habis itu ke optik kan ya. Aku nggak konsen milih frame, aku harus ke kamar mandi. Selese milih, aku keluar duluan. Menyusuri MOG lante 1 nyari kamar mandi. Ketemu mbak-mbak penjaga toko. Aku tanya kamar mandi. Katanya ada di bawah. Di bawah? Parkiran? Yawes manut ae. Sampek sana, NIHIL. Duhmbaaaaaaak >< Aku naek lagi rek, nggak kuat. Akhirnya Mama juga ujungnya yang nunjukin kamar mandi -_-

Habis dari optik, cus cari sandal. Agenda ini diluar perencanaan dan tercipta secara mendadak. Kalo sandal kiriku nggak junjing ya nggak cari sandal baru. Muuuuuuter terus, sandal idaman tidak terdeteksi. Oh, tidaaaaaaaaaaaaaaaak. Gimana kalo ke atas aja, Ma? Aku tanya ke Mama pelan-pelan, takut disamber. Setelah kena bujuk rayu, akhirnya kita semua ke atas, demi sandal.

TADAAAAA, sandal idaman pun ditemukan :3

Bahagia, kita menuju ke …………………….. toko kue. Tukang Kue Raja, alias Baker’s King. Aku koyok wong udik gak sek masuk sana tiba-tiba mataku terpaku sama kue kecil warna-warni. Sumpah, itu kue yang selama ini cuma bisa tak liat lewat interneeeeeet?! Ternyata mereka NYATA!

Ini versi uaslinya
Ini versi uaslinya

Bukan ini yang aku makan -_- ini terlalu indah dan pasti nguras dompet abis. Ya macem gitu wes. Selama ini aku liat di internet. Ternyata aku nemu di .. Malang 🙂

Tadi belinya sih cuma dua. Soalnya yang ngiler cuma aku sama Naufal. Aku pilih yang biru, Naufal pilih yang oren. Yak apa ya rek, bahannya hancur gitu loo. Gampang hancur wes. Dalemnya Butter. Namanya sih “Macaron Cake’. Rada nggak paham aku emang. Intinya namanya ‘Macaron’. Search aja, keluarnya gini semua. Ya, gitu, kecil.

Persis wes gini
Persis wes gini

Yang kumakan yang warna biru. Persis wes, isinya putih. Tulisan di bonnya sih rasa vanilla. Kalo yang oren punya Naufal ada rasa kacangnya. Tapi ini bukan gambar kue yang aku makan. Ini mah ambil di net. Koyok ngene wes, persis.

Maaf aa reeek udik. Yo babah ta. Daripada nggak pernah ngerti sama sekali :p Jadi initinya, aku mau cerita soal ini aja. Soalnya aku paling seneng hari ini pas nemu kue ini. Kue yang gambarnya cuma muncul di internet ternyata aku bisa nemu, yippi 🙂

So, for this night, good luck for Fathin, semoga jadi yang terbaik. Dan buat MAGMA MAN3, seng kece reeeeeeeeek, enteni aku tak mlebu basket mari ngene. Nggak bakal -_- Pokoke, perfect, jos, MAGMA enceeeeeeeer. Nih, macaron cake ^^

Sudah malam, pengen liat Fatin tapi rumah udah kadung sepi T_T
Thank’s for husni ihtimaamikum,

*deak, @homesweethome

Advertisements

2 thoughts on “Dentist dan Baker’s King

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s